LAMPUNGNEWS.CO.ID- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswil-lub), di Swisbell Hotel, Minggu (17/9/2017).

Muswil yang tak dihadiri Ketua DPW PAN Lampung itu mendepak Bachtiar Basri dari jabatannya sekaligus titik dimana Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan disebut-sebut mulai melanggengkan kekuasaan dan menjadikan partai penggerak reformasi ini tak lebih dari perusahaan keluarga. “Telah lahir PT. PAN tbk, perwakilan Lampung,” ujar Lou Chinlung.

Selain dianggap salah, surat dari DPP PAN untuk calon gubernur ini dinilai pemicu Muswil-lub.

Bahkan, dengan beredarnya keputusan yang langsung ditanda tangani Ketua Umum dan Sekretaris Umum DPP PAN untuk calon gubernur Arinal Djunaidi, Lou Chinlung berkomentar cukup pedas. “Proses pengambil alihannya, hanya hitungan hari saja, PAN layaknya sudah seperti perusahaan keluarga,” kata dia.

Pernyataan itu merespon hasil Muswillub yang menetapkan adik kandung Ketua MPR RI sebagai Ketua DPW PAN Lampung. Meski demikian, jajaran pengurus DPW PAN yang dipimpin Bachtiar Basri, tidak ada yang hadir dan akan menggelar Muswil tandingan.

Di sisi lain, meskipun bernama Muswil-lub, pantauan wartawan di lokasi, tidak semua pengurus PAN bisa masuk ke arena musyawarah. Jangankan wartawan, kader atau pengurus PAN yang tidak diundang pun tidak boleh masuk ke arena Muswil-lub. Hanya undangan resmi yang diperbolehkan masuk.

Sebelum menetapkan Zainudin Hasan, forum Muswillub terlebih dahulu menetapkan lima anggota formatur. Mereka adalah, Zainudin Hasan unsur DPP PAN, Iswan Hendi Cahya dari unsur DPW PAN, dan tiga unsur DPD PAN, yakni Wahyu Lesmono, Rozali, dan Tedi Kurniawan.

Muswil PAN Lampung Tandingan

Sementara itu, kubu DPW PAN Lampung yang langsung dipimpin Bachtiar Basri berencana akan menggelar Muswil tandingan yang lebih representatif. “Kami (DPW) PAN masih menunggu perintah (untuk waktunya) dari pak Bachtiar Basri selaku ketua DPW PAN untuk menggelar Muswil,” Kata Wakil Ketua PAN Lampung Husnul Mafachir, ketika diminta komentar terkait hasil Muswillub, Minggu (17/9).

Pihaknya mengaku telah menerima surat dari DPP pada Sabtu (16/9) yang isinya memberi instruksi kepada DPW PAN Lampung untuk menggelar muswil dengan tenggat waktu sampai akhir September mendatang. “Tenggat waktu dilakukan Muswil sampai akhir September ini,” ucapnya.

Kendati demikian, ia tidak mengetahui jika ada kader PAN lainnya yang telah menggelar Muswil sekaligus melakukan pergantian Ketua DPW PAN Lampung di Swissbell Hotel pada Minggu (17/9). “Sampai saat ini Pak Bachtiar masih sebagai ketua DPW PAN Lampung. Karena kami belum menerima surat DPP terkait adanya pergantian Ketua DPW PAN,” tegasnya.

Ia berharap, kader PAN di Lampung tetap solid dalam rangka persiapan menghadapi pilkada, pilgub, pileg dan pilpres. “PAN itu satu dan telah memiliki kepercayaan dari masyarakat. Buktinya setiap daerah se-Lampung, PAN memiliki kursi,” kata dia.

Cengkeraman Bani Hasan

Sementara Aminudin, kader PAN di Lampung Selatan menjelaskan, kepemimpinan Zulkifli Hasan, sudah sukses dan menjadikan pucuk kekuasaan di semua lini, baik di tubuh PAN maupun di luar parpol berlogo matahari itu, dalam cengkraman Bani Hasan.

Zainudin Hasan ketika memberikan ceramah di Masjid Bani Hasan.

Bani Hasan sendiri, jelas dia, merupakan sebutan untuk masjid yang didirikan keluarga Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan di Kalianda, Lampung Selatan. Selain berdiri masjid megah yang sering dijadikan arena iktikaf jajaran pejabat Kabupaten Lampung Selatan, di lokasi yang sama juga berdiri sekolah swasta unggulan. SMA Kebangsaan yang juga di bawah naungan yayasan keluarga Hasan.

“Jadi selain sukses merebut kekuasaan di PAN Lampung, keluarga Hasan juga menguasai garis politik di Lampung, bikin kerajaan sendiri,” katanya.

Diketahui, semua saudara kandung Zulkifli Hasan punya kekuasaan lewat PAN. Zainudin Hasan sebelum jadi Ketua DPW PAN hasil menggulingkan Bachtiar Basri, jadi calon wakil gubernur 2014 yang juga membuat Ketua DPW PAN Lampung Abdurachman Sarbini dipecat DPP PAN. Kemudian lewat PAN juga Zainudin Hasan diusung jadi Calon Bupati Lampung Selatan dan menang pada 2015 lalu.

Adik kandung yang lain, M. Hazizi Hasan juga sebelumnya jadi Ketua Fraksi PAN di DPRD Lampung. Setelah tersangkut kasus penipuan, mundur dan digantikan Agus Bhakti Nugroho. Begitu juga adik kandung yang lain, Ahmad Fatoni jadi Ketua DPD PAN Lampung Selatan. Helmi Hasan, adik kandung Ketua Umum DPP PAN yang juga besan Amien Rais itu, setelah jadi Walikota Bengkulu, kini juga sedang digadang-gadang maju jadi calon wakil gubernur Lampung pada 2018 mendatang. “Ini sebenarnya upaya melanggengkan adik kandung Zulkifli Hasan, Bang Helmi Hasan, jadi calon wakil gubernur,” kata Ali, kader PAN Lampung yang juga aktif di DPW.

Upaya menguasai PAN dari semua lini oleh keluarga Hasan ini sebenarnya mendapat perlawanan. Namun demikian, banyak yang enggan berkomentar untuk ditulis. “Janganlah kalau ditulis, saya ini anggota DPRD (dari PAN), bahaya kalau terlalu berani komentarnya,” ujar dia.

Zainudin Hasan Sah jadi Ketua Defenitif

Dilain sisi, menurut Irfan Nuranda Djafar, Zainudin Hasan resmi menjadi Ketua Defintif DPW PAN Lampung melanjutkan periode 2015-2022. Penetapan itu berdasarkan hasil Muswillub DPW PAN, Minggu (17/9).

Menurut Irfan yang juga ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PAN Lampung, Muswillub tersebut diadakan atas perintah DPP yang mengharuskan DPW untuk melakukan pemilihan ketua definitif bagi tiap daerah. “DPP PAN memerintahkan melalui surat dengan nomor PAN/A/K-SJ/117/XI/2017 yang mengharuskan untuk segera melaksanakan Muswillub dengan agenda tunggal pemilihan Ketua DPW Definitif,” ujar Irfan saat jumpa pers di Swissbell Hotel Bandarlampung.

Dia mengatakan, pada penetapan Bachtiar Basri sebagai Ketua DPW PAN Lampung yang menggantikan Saad Sobari, belum memenuhi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Karena, saat penetapan Bachtiar Basri sebagai ketua DPW PAN Lampung dilakukan penunjukkan langsung, sehingga dinilai belum definitif.

“Kalau pak Bachtiar dulu itukan ditunjuk langsung, jadi tidak melalui Muswil, makanya kita adakan Muswil yang terkesan mendadak karena batasnya adalah akhir bulan ini,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengaku, telah berbicara dengan Bachtiar Basri terkait pergantian Ketua DPW PAN dan kembali mengikuti pemilihan Ketua Definitif. “Saya bicara langsung dengan pak Bachtiar, dan beliau juga sudah diajak, tetapi katanya beliau tidak ingin mengikuti lagi pemilihan tersebut,” jelasnya.

Dia melanjutkan, Muswillub tersebut diikuti oleh 167 peserta pemilik suara dari DPC, DPD, DPW, MPP dan BM PAN se- Provinsi Lampung. “Kalau berdasarkan AD/ART Muswillub bisa sah kalau dihadiri oleh 50 persen plus satu, sedangkan dari 261 pemilik suara itu dihadiri oleh 167 peserta, jadi keputusan Muswil ini sudah sah,” jelasnya.

Selain itu, Ketua BM PAN Lampung, Joko Santoso mengatakan bahwa, Muswillub PAN Lampung tersebut telah memenuhi persyaratan berdasarkan AD/ART. “Kita (BMPAN) mendukung hasil Muswillub. Dan BM PAN siap mengamankan perintah partai,” kata Joko. (tum/bud)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY