LENSAPENANEWS.COM-  Baru kali ini dalam sejarahnya, petani padi menikmati harga tertinggi di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Gabah yang baru di panen dari sawah, sudah dihargai Rp.5.500 perkilogram. Namun demikian, kegembiraan ini tak banyak dinikmati para petani. Sebab, tidak sedikit yang gagal panen akibat kelangkaan pupuk.

“Baru sekarang, gabah dari sawah sudah ditunggu bakul dengan harga tinggi,” kata Paiman, warga Pare Rejo, Pringsewu, Lampung, Minggu, 17 September 2017.

Bahkan, jelas dia, para pembeli kebanyakan pedagang asal Jawa. “Kalau yang beli panen saya orang dari Solo, Jawa Tengah,” kata dia.

Namun demikian, warga lain, Wagino mengakui kecewa. Sawahnya tergolong gagal panen karena telat mendapat pupuk.

Sementara itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan bahwa ketersediaan pupuk untuk sektor tanaman pangan sudah dua kali lipat dari ketentuan pemerintah. Stok ini bahkan disebut bisa memenuhi kebutuhan petani hingga sebulan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana.

“Stok saat ini juga cukup aman. Secara nasional total stok di lini III & IV, atau di Gudang kabupaten dan kios sebesar total 1.194.306 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 6 minggu ke depan, dan belum termasuk stok yang terdapat di Gudang pabrik dan propinsi”, jelas jelas Wijaya seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima redaksi lampungnews.co.id, Minggu (17/9).

Meski demikian, dari daerah masih terdengar suara sumbang soal petani yang kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Wijaya beralasan hal ini lantaran belum semua petani tergabung dalam Kelompok Tani. Akibatnya, saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi mereka tidak terlayani.

Wijaya menambahkan ada wilayah yang memang sangat tinggi serapan pupuknya, sehingga sudah melebihi alokasinya. “Langkah yang kami lakukan adalah melakukan realokasi antar kecamatan dengan tidak melebihi alokasi kabupaten sambil menunggu surat realokasi dari Propinsi”, demikian Wijaya menegaskan.

“Kami juga menyiapkan distribution center di beberapa titik di seluruh Indonesia, sehingga setiap terjadi kekurangan stok, maka akan langsung dikirimkan dari distribution center tersebut”, demikian ujar Wijaya. (lis)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY