Bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan ditahan KPK karena gratifikasi.

LAMPUNGNEWS.CO.ID- Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kini mutlak dikuasai Wakil Bupati, Samsul Hadi. Pasalnya, setelah Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi, Sabtu, 21 Januari 2017 malam, Sekretaris Daerah Mukhlis Basri, ditahan Direktorat Narkoba Polda Lampung.

Berbeda dengan lolosnya anggota DPRD Pesawaran Ramadiansyah yang dibebaskan Polda Lampung, penangkapan Sekda Tanggamus di Hotel Emersia, Bandarlampung itu bahkan sudah direspon nitizen bakal lepas hanya beberapa menit setelah aparat Polda Lampung mengumumkan penangkapan Mukhlis Basri bersama rekan-rekannya.

Bahkan, desakan bergulir agar Kapolda Lampung dicopot. Salah satu penggagas petisi Koordinator KPKAD, Anshori bahkan menyerukan. “Mari kita buat petisi kepada Kapolri minta agar Lampung diamanahkan Kapolda yang berani dan tak pandang bulu,” kata Anshori.

Dia bahkan menilai, meski Polda Lampung sudah bertipe A, namun kinerjanya mirip Polsek. “Penegakan hukum lembaga Kepolisian Daerah Lampung yang sudah Tipe A saat ini seperti kerja-kerja Kepolisian Sektor (Polsek),” kata dia.

Gelombang cercaan pada semua pejabat narkoba yang selalu dilepaskan Polda Lampung, bahkan membuat Komisi Informasi (KI) Lampung membuat pernyataan keras.

Wakil Ketua KI Lampung, Asad Muzzammil, mendorong Ditresnarkoba Polda Lampung transparan dalam gelar perkara yang menyangkut oknum pejabat Tanggamus itu.
“Untuk memenuhi dan menjawab kebutuhan informasi publik yang akurat terkait berita penangkapan oknum pejabat Sekda Tanggamus, Polda harus mengumumkan status kasus ini secara terang benderang,” ujar Asad.

Menurut dia, transparansi sangat penting apalagi menyangkut kasus pejabat publik. “Supaya tidak ada kesan tidak seriusnya Polda Lampung dalam menangani kasus-kasus narkoba, terutama terkait pejabat publik sebagaimana seriusnya polisi di level pusat dalam memberantas penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, jangan hanya lips service,” ujar dia.

Respon publik yang bernada mencibir kinerja Polda Lampung, tampaknya bakal membuahkan hasil. Meski kelima orang yang diamankan dari kamar 207 dan 208 itu setelah dites urine negatif mengandung Amphetamin dan Methampetamin, namun urine mereka positif mengandung Psikotropika.

“Ancaman pasal Psikotropika itu 5 tahun penjara, dan tidak ada rehabilitasi,” ungkap Kombes Pol Abrar Tuntalanai, Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dalam jumpa pers di Mako Ditnarkoba, Minggu (22/1) sore.

Lima orang yang ditangkap di kamar 207 dan 208, masing-masing Sekda kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri bersama teman wanitanya Oktarika (PNS Dinas Bina Marga Provinsi Lampung), Anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi PDIP, Nuzul Irsan, dua pegawai swasta Doni Lesmana dan Eddi Yusuf.

“Kelimanya sudah dites urine. Hasilnya negatif mengandung Amphetamin dan Methampetamin, namun positif mengandung psikotropika,” ungkap Abrar Tuntalanai.

Abrar menjelaskan, terhadap M.Doni Lesmana patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pasal 197 UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 60 (1) hurup c sub pasal 62 UU no. 5 tahun 97 tentang psikotropika.

Muklis Basri dan Oktarika, jelas Abrar, patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pasal 62 sub 60 (5) uu no. 5 tahun 97 tentang psikotropika

Sedangkan Eddi Yusuf, kata Abrar sedang didalami keterlibatannya. Untuk Anggota DPRD Nuzul Irsan sedang kita kembangkan keterlibatannya.

Polda Pastikan Sekda jadi Tersangka

Merespon anggapan miring masyarakat Lampung dimana semua pejabat narkoba yang tertangkap selalu dilepaskan, Ditnarkoba Polda Lampung Kombes Pol. Abrab Tuntalanai, membantahnya. Mukhlis Basri, Sekda Kabupaten Tanggamus dan teman wanitanya, Oktarika serta Doni Lesmana yang terjaring operasi jajaran Direktorat Narkoba Polda Lampung dipastikan jadi tersangka.

“Kalau untuk Mukhlis, Oktarika dan Doni sudah bisa dipastikan malam ini tersangka, karena ada barang buktinya. Sementara yang lain, lagi dikembangkan, pokoknya 1×24 jam, statusnya akan ditetapkan,” kata Abrar Tuntalanai.

Abrar menjelaskan, Mukhlis Basri dan teman wanitanya Oktarika bersama dua pengawalnya berhasil ditangkap di kamar 207 dan satu orang dikamar 208 Nuzul Irsan anggota DPRD Tanggamus dari PDIP.

Senada, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno mengaku pihaknya tidak akan tebang pilih dalam pemberantasan narkoba. “Siapapun yang terlibat narkoba pasti kami tindak.”

Diketahui, sebelum ditangkap Polda Lampung Nuzul Irsan adalah lawan politik Bupati Bambang Kurniawan. Banyak kalangan menyebut, kelombol Nuzul yang berhasil memenjarakan Bambang karena memberi bukti gratifikasi pada KPK.

Banyak Pejabat jadi TO Narkoba

Sementara itu, ada banyak pejabat publik baik eksekutif maupun legislatif di Lampung yang sudah menjadi target operasi (TO) Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

Jenis narkoba yang dipakai belasan pejabat di Lampung itu, jenis sabu-sabu maupun pil ekstasi. “Kami sudah mengantongi nama-nama pejabat yang terlibat narkoba. Mereka adalah pejabat di daerah. Jumlahnya belasan,” ujar Abrar.

Nama-nama tersebut, jelas dia, didapat dari informasi masyarakat. Bahkan, lanjut Abrar, ada informasi yang berasal dari orang yang pernah melihat para pejabat itu menggunakan narkoba. Namun pihak kepolisian mengaku kesulitan menindaknya.

Para pejabat tersebut menggunakan narkoba di tempat yang susah dimasuki petugas. “Mereka itu pakai narkoba ada yang di rumah dinas, ada yang di rumah pribadi. Kami agak kesulitan untuk masuk,” jelasnya.

Biarpun begitu, tutur Abrar, pihaknya akan terus berupaya memberantas narkoba yang melibatkan para pejabat publik dengan teknik tersendiri. (asfi/lyta)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY