LAMPUNGNEWS.CO.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat angka kemiskinan di Lampung yang mengalami penurunan. Berdasarkan hasil perhitungan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada September 2016 mencapai 13,86 persen dibandingkan kondisi sebelumnya Maret 2016 angka kemiskinan Lampung mengalami penurunan 0,43 poin dari 14,29 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum S dalam konferensi persnya di kantor BPS Lampung, Selasa (3/1/2017) siang.

Pedesaan menjadi konsentrasi kemiskinan dimana 15,24 persen penduduknya berkategori miskin. Sedangkan untuk perkotaan sebesar 10,15 persen.

Selama periode Maret 2016 hingga September 2016 , baik desa maupun kota mengalami penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin. Untu perkotaan berkurang sekitar 5,95 ribu jiwa atau 3,55 persen dan di perdesaan berkurang sekitar 23,87 ribu jiwa atau 2,88 persen.

Disparitas kemiskinan Urban-Rural pada Maret hingga September 2016 di perkotaan yakni turun 0,38 poin dan di desa turun 0,45 persen.

“Angka kemiskinan, turun lebih cepat di desa dibandingkan di kota, namun pada tiga semester terakhir tren ini tidak signifikan berlanjut,” ujarnya.

Besar kecilnya jumlah penduduk di garis kemiskinan juga sangat dipengaruh oleh beberapa komoditi yaitu beras di kota pengaruhnya 24,01 persen sedangkan di desa 33,46 persen. Rokok kretek filter 16,27 di desa 10,72 persen.m dan beberapa komoditas lainnya.

Selain itu untuk non makanan seperti perumahan dan bensin memiliki pengaruh besar pada garis kemiskinan yaitu untuk perumahan di kota 34,13 , sedangkan di desa 30,02, untuk bensin 12,67 persen, dan listrik 8,93 persen.

“Posisi Sumatera Selatan lebih baik dari Lampung, Lampung masuk posisi 10 besar daerah yang penduduk termiskinnya terbanyak, karena dipengaruhi oleh NTP yang meningkat dan inflasi rendah,” papar dia. (rilis)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY