Inilah Model Acara Perayaan Tahun Baru Bupati Lamtim

Bupati Lamtim, Hj. Chusnunia ketika memimpin acara puncak peringatan Tahun Baru 2017 di Rumah Dinas, 31 Desember, malam.

LAMPUNGNEWS.CO.ID- Bupati Lampung Timur (Lamtim) Hj Chusnunia Chalim, ikut merayakan pergantian tahun baru 2017. Namun demikian, rangkaian acara yang dihadiri bupati perempuan pertama di Lampung itu, sejak 30 Desember 2016 sampai 1 Januari 2017, dalam bentuk berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya. Bupati Lamtim justru berkeliling di area-area yang jadi pusat kunjungan masyarakat.

Dimulai dari Sabtu, 30 Desember 2016. Bupati justru pergi ke arah Lamtim bagian tenggara. Yakni, di area perkampungan nelayan yang belakangan cemas karena beredar imbauan, dilarang melaut oleh kemeterian. Guna mencari akar masalah, Bupati Lamtim kemudian melanjutkan berdialog dengan para nelayan di Kuala Penet, Labuhan Maringgai. Bersama Kapolres Lamtim, Harseno. Kepala Dinas PU Lamtim Najulah Syarif, Kepala Dinas Sosnaker Budiyul dan Camat, merespon keluhan masyarakat nelayan yang saat ini sudah ditangani Kementerian Kelautan.

Pemerintah Kabupaten Lamtim dalam waktu dekat bakal mengundang para nelayan itu ke kantor Pemkab, untuk mencari solusi atas kebijakan pemerintah di kawasan pesisir.

Bupati Lamtim, Hj Chusnunia bersama Kapolres Lamtim, Harseno ketika berdialog dengan tokoh nelayan di Kuala Penet, Sabtu, 30 Desember 2016.

Dilanjutkan pada Minggu, 31 Desember 2016 sore, Hj Chusnunia menyapa para pengunjung dan pedagang di area Taman Nasional Waykambas. Kehadirannya, jelas mengejutkan para pedagang dan sejumlah pengunjung. Yang langsung memimta dirinya foto bersama. Mba Nuni bahkan dielu-elukan pedagang karena bukan saja membaur bersama mereka, melainkan ikut membeli dagangan warga.

Bupati Lamtim, Hj Chusnunia ketika menuruti kemauan warga untuk foto bersama di TNWK.

Bupati Lamtim itu bahkan menerima kejutan dari pengunjung. Ketika bersama rombongan yang terdiri dari keluarga dekat Hj Chusnunia, seperti umumnya pengunjung lain, menggelar tikar untuk santap siang. Tiba-tiba salah seorang pengunjung menghampirinya, mengantarkan makanan yang terdiri dari sambal terasi, nasi tiwul dan kulup daun kenikir. “Bu, ini ada makanan alakadarnya,” kata Maryana, salah satu pengunjung asal Natar, Lamsel itu yang kebetulan berada di dekat rombongan bupati.

Dengan senang hati, makanan itu diterima dan langsung disantap Bupati Lamtim. Seperti umumnya pengunjung lain, tanpa ada protokoler dan keistimewaan ketika menyaksikan atraksi gajah, rombongan bupati menikmati liburan di alam TNWK. Bercengkrama dengan warga yang bahkan menyatakan, beruntung punya pemimpin yang merakyat, mau membeli dagangan mereka dan berkenan membaur bersama masyarakat.

Berbagai mainan seperti sewaan motor juga sudah tersedia di area TNWK. Sejumlah warga mulai merasakan geliat kesadaran, pengunjung yang datang ke Lamtim adalah tamu yang mesti dihormati. “Ini potensi dan kesadaran warga untuk mulai sadar wisata mulai terbangun, kami bersyukur sekali, sehingga kinerja pemerintah hanya tinggal memberi stimulan,” ujar dia.

Puncak menyambut tahun baru 2017 malam harinya, digelar di Rumah Dinas Bupati Lamtim. Jauh dari kesan pesta, upacara menyambut tahun baru justru dimeriahkan dengan salawat dan penampilan pentas hadroh sejumlah santri. Mba Nuni, sapaan akrab Bupati Lamtim itu menjelaskan makna tahun baru sebagai momentum untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat. “Agar tahun 2017 ini lebih baik dibanding tahun 2016, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung,” kata dia dalam sambutannya.

Acara yang dihadiri wakil bupati, Pj Sekda Lamtim dan sejumlah pejabat di daerah berjuluk bumei tuwah bepadan itu, berlangsung khidmat dan sangat sederhana. Jauh dari kesan berhura-hura dan pesta kembang api, lebih mirip pengajian.

Soal pengajian, dipertegas pada siang hari awal 2017. Bupati Lamtim hadir ke Desa Wana, Kecamatan Melinting. Pengajian yang masih dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW itu, jadi momentum dirinya menjelaskan berbagai program pemerintah tentang komitmennya membantu para petani singkong agar mendapat harga yang layak ketika panen.

Bupati Lamtim, Hj Chusnunia ketika memberikan sambutan pada pengajian 1 Januari 2017 di Desa Wana, Melinting.

Termasuk sudah tersedianya Call Centre, pusat pelaporan dari warga yang langsung ke ponsel Bupati Hj Chusnunia. Agar apa yang terjadi di tengah masyarakat segera bisa diatasi jika persoalan publik, kesulitan petani tentang pupuk misalnya, bisa langsung dikomunikasikan ke Menteri Pertanian seperti beberapa hari lalu. “Begitu banyak petani mengeluh sulitnya mendapat pupuk, pas bertemu Ketua MPR dan Menteri Pertanian di Bandara Radin Inten II, langsung minta aksi keduanya. Alhamdulillah Pak Menteri langsung menelepon produsen pupuk dan langsung dikirim hari itu juga,” ujar dia.

Tidak selesai sampai ranah pengajian untuk menyosialisasikan program-program pembangunan di Lamtim. Mbak Nuni langsung mengunjungi sejumlah petani lada di Lamtim. Didamping Camat Melinting, Bupati berdialog dengan para petani lada. Langkah itu ditempuhnya sebagai bagian konsolidasi untuk membangkitkan kejayaan Lampung sebagai “tanoh lada”.

Salah satu petani lada di Desa Nibung Kecamatan Gunung Pelindung, Husain bersama istrinya, menceritakan kepada bupati tentang tanaman ladanya yang saat ini banyak terserang penyakit. Bupati segera mencari solusi dengan melibatkan dinas intansi terkait. Seperti misalnya, jenis lada perdu yang lebih mudah perawatannya.

Bupati Hj Chusnunia ketika menemui Petani Lada di Desa Nibung, Husein yang mengeluh saat ini banyak pohon lada yang terserang penyakit.

Di depan Bupati Lamtim, Husein menceritakan sekarang ini cara yang ditempuh untuk mengatasi penyakit lada hanya dengan memangkas dan menanam ulang. Bupati sendiri menyatakan, bakal serius menjadikan Lamtim sebagai pusat pertanian lada, sehingga butuh dukungan para petani seperti Pak Husein untuk terus istikomah menanam lada yang semoga saja selalu dapat harga bagus.

“Kami akan mengusahakan jenis lada perdu itu yang sudah teruji, namun prinsipnya kami akan koordinasikan dengan dinas instansi terkait yang memang ahli, termasuk berbagai pelatihan dan pendampingan bagi petani lada,” kata dia. (rilis)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *