15152432_218006831967248_940660027_oLAMPUNGNEWS.CO.ID- Korupsi pengadaan bandwit internet di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pringsewu, yang sudah menetapkan Kepala Dinas, Sugesti Hertanto sebagai tersangka. Menyisakan beberapa masalah. Salah satunya, beberapa pejabat kunci atas dugaan korupsi itu masih melenggang bebas, bahkan nyaris belum tersentuh hukum.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas proyek pengadaan bandwit untuk internet dengan nama Pekon IT dan SKPD di Pemkab Pringsewu tahun anggaran 2015 ketika itu dijabat Sailendra.

Sailendra Lubis itu mestinya yang jadi tersangka awal, menurut keterangan pegawai di Diskominfo Pringsewu, kesalahan program itu bukan di Kadiskominfo Sugesti. “Ini murni bisnis Sailendra, Pak Kadis itu yang kena getahnya saja,” ujar dia.

Perempuan yang baru bertugas di Diskominfo Pringsewu itu menjelaskan, Sailendra adalah otak proyek Pekon IT. Di sisi lain, Sailendra sendiri saat ini sudah menggarap proyek untuk pengadaan lampu jalan se-Kabupaten Pringsewu. “Bayangkan, dik, semua pengadaan proyek lampu jalan, digarab Sailendra,” ujar dia pada lampungnews.

Parahnya, lanjut dia, semua Pekon di Pringsewu, dijatah tiga lampu jalan. Disiasati agar lebih murah dan dapat untung banyak, otomatis dan lampunya dibeli terpisah. “Bukan lampu otomatis (yang harganya lebih mahal) yang dipasang,” jelas PNS perempuan yang meminta namanya tak ditulis itu, Rabu, 23 November 2016.

Otak korupsi proyek Pekon IT itu, selain Sailendra yang mengaku sendirian di Pringsewu dan berasal dari Aceh juga melibatkan Sekda Kabupaten Pringsewu Idrus Effendi.

Beredarnya nama Idrus Effendi sebagai otak korupsi proyek itu langsung dibantahnya. “Ya bagaimana mungkin saya terlibat proyek Pekon IT itu, posisi saya sudah jadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, ada-ada saja,” ujar Idrus dengan nada marah ketika dikonfirmasi via ponselnya.

Diketahui, penyidik Polres Tanggamus sudah menetapkan 3 tersangka yaitu, AP (33) Direktur CV Adhya Pratama, SH selaku Kadiskominfo Pringsewu dan R, mantan Account Manager PT Telkom Bandarlampung. Akibat korupsi di proyek Pekon IT itu, negara dirugikan Rp.317 juta.

“Akibat dugaan korupsi itu negara dirugikan 317.250.000,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Hendra Saputra.

Ketiganya diancam dengan Pasal 2, Pasal 3 serta Pasal 9 UU 31/1999 tentang tindak pidana korupsi. “AP, selaku rekanan sudah ditahan, Kadiskominfo dan Mantan Acount Maneger PT Telkom belum ditahan karena belum memenuhi panggilan,” kata Hendra.

Di sisi lain, beberapa nama yang disebut-sebut sebagai penikmat uang korupsi proyek itu, belum tersentuh hukum karena ada informasi, Sailendra sudah memberikan uang jaminan ke Polres Tanggamus senilai Rp.100juta.

Sayangnya, Sailendra hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Begitu juga nama anggota Polres Tanggamus yang menerima uang itu, belum berhasil dikonfirmasi. (bus)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY