LAMPUNGNEWS.CO.ID- Sebagian petani di Lampung pada musim tanam rendeng tahun ini memilih beralih menanam jagung sejak anjloknya harga singkong yang mencapai Rp330 per kilogram.

Bonari, petani asal Kecamatan Sekampungudik nekat menanam jagung dengan harapan pada musim panen nanti harga jagung bagus seperti sekarang Rp2.600 per kilogram. “Kalau jagung kan bisa tiga kali setahun panen, harganya juga relatif normal,” kata dia, Kamis 27 Oktober 2016.

Ia beralasan tanam jagung lantaran harga singkong belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga. “Sudah tiga musim tanam singkong, yang ada makin merosot harganya. Biarlah walau harga jagung nantinya turun tapi tidak banyak,” ujar seorang guru sekolah dasar itu.

Berbeda dengan Arief, petani di Sukadana tetap menanam singkong walau saat ini harganya anjlok. Dia berharap harga singkong pada musim panen tahun depan membuahkan hasil yang baik. “Dilema yang jelas. Tanam jagung takut harganya turun, tanam singkong belum baik. Tapi saya optimis harga singkong pasti baik, minimal ada pemasukan,” ungkapnya. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY