lampungnews.co.id, Pesawaran dikenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi wisata sangat besar. Potensi itu, bukan hanya terbatas pada sektor wisata alam, tetapi juga meliputi budaya dan hasil karya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Keunikan dan kekhasan hasil karya ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Pesawaran, ternyata mendapat perhatian serius dari Badan Ekonomi Keratif (Bekref) Indonesia. Ini dibuktikan dengan dipilihnya Desa Negerikaton, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran sebagai sasaran pelaksanaan program Inovatif Kreatif Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2016.

Terkait hal tersebut, Deputi Riset dan Edukasi Berkraf Indonesia, Abdurrohim Boy Berawi, Jumat (28/10) mengunjungi Desa Negerikaton.

Kunjungan tersebut untuk membuka even promosi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif bertajuk Pentas Pesawaran 2016.

Dalam sambutannya, Abdurrohim mengatakan program IKKON 2016 dilaksanakan pada lima daerah di Indonesia, yakni Sumatera Barat, Lampung (Pesawaran) Jawa Tengah (Rembang dan Brebes) serta Nusa Tenggara Timur (Flores).

“Untuk Kabupaten Pesawaran program IKKON kita tetapkan di Desa Negerikaton dengan Kain Tapis sebagai hasil karya ekonomi kreatifnya,“ kata  Abuddurrohim.

Dia menerangkan, IKKON merupakan program yang menempatkan sekelompok pelaku ekonomi kreatif  berlatar belakang profesi sebagai sub sektor desain pada suatu wilayah tertentu.

“Kita berharap melalui IKKON dapat menciptakan karya baru (ke-kinian) yang akan menjadi ikon baru dari masing-masing daerah. Sehingga akan memperkaya budaya, khususnya pengembangan ragam hias dan fungsi kain tradisional,  seperti yang ada di Lampung ini kain tapis,” terangnya.

Menurut dia, Kabupaten Pesawaran memiliki peluang besar untuk melakukan transformasi di sektor tersebut. Sektor ini juga, lanjut dia, diharapkan dapat menumbuhkan inovasi dan kreatifitas dalam penciptaan produk ekonomi kreatif khas, termasuk membuka peluang pekerjaan pada masyarakat.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhonan pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan pariwisata sebagai sektor penggerak utama pembangunan.

Menurut Dendi pengembangan pariwisata, tidak hanya terfokus pada lokasi wisata alam, tapi juga meliputi seni budaya dan produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Even Pentas Pesawaran merupakan upaya konkrit pemkab mengembangkan pariwisata. Selain itu, pemkab juga akan mengalokasikan anggaran untuk menyusun panduan pengembangan pariwisata dengan kegiatan Pembuatan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPPDA),” kata Dendi.

Dendi berharap, peningkatan sektor ekonomi kreatif dapat menjadi solusi penyelesaian masalah yang kebanyakan dihadapi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seperti minimnya permodalan, pemasaran dan pengembangan teknologi informasi.

(md)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY